Apakah Anda termasuk orang yang sering buang air kecil? Rasanya sungguh tak nyaman, apalagi bila Anda sedang berada dalam perjalanan atau saat sedang sibuk tapi tetap harus bolak-balik ke toilet. Penyebab sering buang air kecil memang biasanya karena terlalu banyak minum, namun ternyata pendapat ini tidak selalu benar karena terlalu sering kencing malah mengindikasikan kondisi kesehatan tertentu.

Secara normal, setiap orang akan pergi ke toilet dalam sehari adalah 4-8 kali, namun sebagian orang ada yang memiliki frekuensi lebih dari itu sampai harus bangun malam hari karena urusan ini. Untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Anda dan memastikan penyebab sering buang air kecil pada Anda maka Anda harus memperhatikan kondisi seperti apakah Anda terlalu banyak minum, atau apakah Anda sedang menggunakan obat tertentu. Untuk lebih lengkapnya yuk kita ulas satu per satu
penyebab-ingin-sering-kencing-javatalk.info


Penyebab Sering Buang Air Kecil Yang Perlu Diketahui


Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab sering buang air kecil selain terlalu banyak minum tentunya. Penyebab ini akan saya golongkan menjadi 3 bagian, yaitu karena kondisi medis / penyakit, obat-obatan, dan faktor psikologis.

Kondisi Penyakit Yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil


Berikut ini adalah beberapa penyakit / kondisi medis yang dapat menyebabkan Anda merasa ingin selalu ke belakang untuk mengeluarkan urin.

1. Kandung Kemih Terlalu Aktif (“Overactive Bladder")
Penyebab sering buang air kecil yang pertama adalah terlalu aktifnya kandung kemih, yaitu suatu kondisi di mana otot kandung kemih secara tiba-tiba berkontraksi tidak terkontrol sehingga menyebabkan Anda ingin kencing walaupun sebetulnya kandung kemih belum terisi penuh oleh urine. Pada kondisi normal, setiap orang akan merasa ingin pipis bila kandung kemih sudah penuh urine dan sensor inilah yang mengirimkan sinyal ke otak agar kita dapat segera pipis untuk mengosongkan kandung kemih tsb.

2. Infeksi Saluran Kemih
Bila Anda merasakan “ingin” terus-terusan buang air kecil yang tidak dapat ditahan dan perasaan ini diiringi dengan demam, rasa tak nyaman / nyeri di area perut, maka Anda perlu wasapada karena mungkin Anda mengalami tanda-tanda infeksi saluran kemih.

3. Batu Ginjal
Batu ginjal adalah batu mineral yang terbentuk di dalam kandung kemih ketika urine terkonsentrasi misalnya terlalu banyak menahan pipis sebelumnya atau karena faktor lain. Penyakit batu ginjal bisa saja menjadi penyebab sering buang air kecil bila disertai tanda-tanda lain seperti kencing yang keluar sedikit-sedikit dan disertai rasa nyeri, sakit pada perut bagian bawah, terdapat darah pada urin, atau warna urin yang berubah menjadi gelap atau keruh.

4. Infeksi Ginjal
Penyebab sering buang air kecil berikutnya adalah kemungkinan terjadi infeksi ginjal. Biasanya selain ingin terus pipis, diiringi juga dengan gejala lain seperti sakit punggung, sakit pangkal pah, demam, gemetaran, mual, muntah, dan diare.

5. Gangguan Pada Prostat
Pembesaran prostat dapat menekan saluran kemih / uretra dan menutup aliran urin sehingga menyebabkan dinding kandung kemih mengalami iritasi dan mudah berkontraksi walaupun hanya berisi sedikit urin. Itulah kenapa gangguan pada prostrate dapat menjadi penyebab sering buang air kecil.

6. Diabetes
Penyakit diabetes seringkali dicurigai sebagai penyebab sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan gula dalam darah sehingga memicu produksi urin yang lebih banyak. Biasanya diiringi pula dengan rasa haus yang terus menerus.
Baca juga: Penyebab Sering Haus Mungkin Gejala Penyakit Serius

7. Stroke
Penyakit stroke sering kali menyebabkan kerusakan syaraf dan bila syaraf yang rusak ini berkaitan dengan fungsi kandung kemih maka penyakit ini dapat menjadi penyebab sering buang air kecil.

8. Divertikulitis
Penyakit lainnya yang dapat menjadi penyebab sering buang air kecil adalah diverkulitis / radang pada dinding usus besar. Bila Anda mengalami penyakit ini maka Anda akan merasakan nyeri yang berawal dari pusar lalu menyebar ke perut bagian bawah, terjadi demam, sering kencing yang disertai nyeri, dan pendarahan pada dubur.

9. Kehamilan
Pada saat kehamilan, uterus akan membesar dan menekan kandung kemih sehingga menyebabkan Anda ingin terus sering buang air kecil.
Baca juga: Tanda-Tanda Kehamilan Awal Yang Wajib Diketahui

Obat-Obatan Penyebab Sering Buang Air Kecil


Obat-obatan yang bersifat diuretik umumnya digunakan untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi dan penimbunan cairan pada ginjal. Obat diuretik akan membuang cariran berlebih dari tubuh sehingga membuat Anda ingin terus-terusan kencing.

Faktor Psikologis


Selain kondisi medis dan konsumsi obat-obatan diuretik, faktor psikologis ternyata adalah penyebab sering buang kecil juga. Rasa cemas dapat membuat Anda merasa tidak tenang, jantung berdebar, otot tegang, mudah berkeringat, sulit tidur, mudah marah, sulit konsentrasi, mudah terkejut, diare, mual, sakit kepala, sakit pungggung, dan termasuk sering ingin kencing.

Selain itu karena kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama, misalnya setiap akan bepergian selalu merasa ingin pipis dan membuat Anda merasa tidak tenang bila belum melakukannya.

Itulah beberapa penyebab sering buang air kecil yang perlu Anda ketahui selain terlalu banyak minum tentunya.

Apa Yang Harus Dilakukan Bila Anda Sering Buang Air Kecil?


Setelah Anda dapat mengidentifikasi penyebab sering buang air kecil maka Anda dapat menentukan tindak lanjut berikutnya. Bila rasa ingin terus-terusan kencing tsb disebabkan oleh banyaknya minum, obat-obatan, dan kehamilan sebetulnya tidak terlalu perlu dikhawatirkan karena saat Anda menghentikan pengobatan atau minum air secara normal maka kondisi ingin terus-terusan kencing tsb dapat berangsur normal kembali.

Yang patut Anda khawatirkan adalah bila Anda tidak minum air banyak atau tidak mengkonsumsi obat diuretic namun tetap merasa ingin terus-terusan buang air kecil maka Anda perlu konsultasikan kondisi Anda pada dokter kepercayaan Anda.

Untuk memastikan penyebab sering buang air kecil yang Anda alami maka diperlukan pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan urin untuk mengetahui apakah ada senyawa abnormal dalam urine, tes pencitraan untuk menampilkan gambar dalam tubuh, tes neurologis untuk memeriksa apakah ada gangguan syaraf, dan tes urodinamik untuk memeriksa seberapa baik kondisi kandung kemih termasuk sfingter dan uretra.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan dokter mengetahui penyebab sering buang air kecil yang terjadi pada Anda, maka dokter akan memberikan terapi pengobatan tergantung penyebab / kondisi medis yang Anda alami.
 
Top